Sejarah Konflik Israel vs Palestina
Pendahuluan
Banyak negara yang berdiri pada abad 20. Negara Israel berdiri pada 14 Mei 1948 setelah adanya resolusi PBB tahun 1947 mengenai pembagian wilayah Palestina menjadi satu negara Israel dan satu negara arab Palestina. Pembagian wilayah tersebut tidak memuaskan pihak Arab, sehingga koalisi negara-negara Arab kemudian melakukan serangan terhadap negara Israel yang baru berdiri.
Penjajah Belanda melakukan imperalisasi dan kolonialisasi di Indonesia dengan membawa ajaran Kristen, demikian juga 1000 tahun sebelumnya bangsa Arab pada abad ke tujuh melakukan imperalisasi dan kolonialisasi di wilayah Palestina dengan membawa agama islam, yang kemudian pada awal abad ke delapan mendirikan Masjid Al Aqsa di Yerusalem. Dengan demikian dapat dipahami bahwa bangsa yang disebut sebagai bangsa Arab Palestina datang di wilayah Palestina pada abad ke tujuh.
Apa hubungannya dengan Alkitab? Agama bukan sejarah, tetapi bisa jadi peristiwa dalam agama merupakan peristiwa sejarah. Seperti halnya riwayat makam Abraham di Hebron, negeri Filistin juga diriwayatkan di Alkitab pada saat Ishak anak Abraham sebagai orang asing di negeri tersebut. Karena adanya perselisihan dengan raja Filistin, Ishak kemudian berdiam di luar wilayah negeri Filistin. Dari riwayat Ishak ini dapat diketahui bahwa Filistin bukan keturunan Abraham seperti halnya bangsa arab. Negeri Filistin sudah ada pada masa Abraham.
Pada masa Yusuf anak Yakub (Israel) menjadi pembesar di Mesir, Yusuf memboyong keluarganya ke Mesir dan beberapa generasi kemudian warga Israel beranak-pinak. Setelah masa perbudakan di Mesir, Musa memimpin bangsa Israel keluar dari Mesir. Yosua yang menggantikan kepemimpinan Musa berhasil menguasai 31 negeri termasuk diantaranya Yerusalem dan Yerikho.
Penggunaan sebutan Palestina bisa jadi diambil dari Filistin yang merupakan musuh legendaris Israel. Kisah pertempuran Daud melawan Goliat merupakan pertempuran legendaris antara Filistin dan Israel pada masa kerajaan Israel yang pertama ketika dipimpin Saul. Setelah Saul meninggal, Daud menggantikannya sebagai raja Israel.
Pada masa pemerintahan Daud, Yerusalem menjadi ibukota kerajaan. Kerajaan Israel mencapai puncak kejayaannya pada masa raja Salomo yang juga mendirikan Bait Suci di Yerusalem.
Israel kemudian mengalami masa kemunduran, penjajahan, dan pembuangan pada masa Nebukadnezar. Pada masa Yesus Kristus , Israel dijajah Romawi; pada abad ke tujuh diduduki bangsa Arab.
Kembalinya orang Israel ke tanah Palestina seperti pengulangan pada masa Yesus setelah Israel kembali dari pembuangan. Konflik Israel Palestina adalah konflik antara kepentingan arab agar tetap menduduki wilayah Palestina yang pada dasarnya adalah eks wilayah Israel pada masa Yesus dan kepentingan Israel kembali ke tanah leluhurnya. Konflik Israel Palestina serupa dengan konflik pengakuan status Ishak atau Ismail, anak yang akan dikurbankan Abraham.
Jadi siapa yang menduduki dan siapa pula yang berhak atas tanah Palestina?
Perebutan Kota Yerusalem
Dalam sejarahnya, sejak ribuan tahun lalu peristiwa berdarah yang menelan korban jiwa tak terhingga dalam memperebutkan Yerusalem.
Berikut sejarah rumit peradaban kota Yerusalem, yang merupakan tempat suci bagi umat Islam, Kristen dan Yahudi tersebut, seperti dikutip dari Deutsche Welle.
Yerusalem, kota Daud
Menurut Kitab Suci Perjanjian Lama, Daud, raja untuk kerajaan Yehuda dan Israel, menaklukkan Yerusalem dari orang-orang Yebus sekitar tahun 1000 Sebelum Masehi. Daud kemudian memindahkan pemerintahannya ke Yerusalem, menjadikannya ibukota dan pusat keagamaan kerajaannya. Alkitab mengatakan bahwa putra Daud, Salomo, membangun kuil pertama untuk Yahweh, Allah Israel. Yerusalem menjadi pusat Yudaisme.
Di bawah peraturan Persia
Raja Neo-Babilonia Nebukadnezar II menaklukkan Yerusalem pada tahun 597 SM dan lagi pada tahun 586 SM, seperti yang Alkitab katakan. Dia membawa Raja Yoyakim dan kelas atas Yahudi ke dalam tahanan, mengirim mereka ke Babel dan menghancurkan bait suci. Setelah raja Persia Cyrus Agung merebut Babel, dia mengizinkan orang-orang Yahudi yang diasingkan untuk kembali ke Yerusalem dan membangun kembali bait suci mereka.
Di bawah pemerintahan Romawi dan Bizantium
Sejak tahun 63 Masehi, Yerusalem berada di bawah pemerintahan Romawi. Gerakan perlawanan cepat terbentuk, sehingga pada tahun 66 Masehi pecah perang Yahudi-Romawi Pertama. Perang berakhir 4 tahun kemudian, dengan kemenangan Romawi dan penghancuran kembali kuil di Yerusalem. Orang Romawi dan Bizantium memerintah Palestina selama kurang lebih enam ratus tahun.
Penaklukan oleh orang Arab
Selama penaklukan Islam di Suriah Raya, tentara Muslim juga tiba di Palestina. Atas perintah Khalifah Umar, Yerusalem dikepung dan dikuasai bangsa Arab pada tahun 637 Masehi. Di era pemerintahan Muslim berikut, berbagai, pemimpin agama yang saling bermusuhan dan terpecah belah memimpin kota itu. Yerusalem sering dikepung dan berpindah tangan beberapa kali.
Perang Salib
Dari tahun 1070 Masehi dan seterusnya, penguasa Seljuk Muslim semakin mengancam dunia Kristen. Paus Urbanus II akhirnya menyerukan Perang Salib. Sebanyak 5 Perang Salib terjadi untuk menaklukkan Yerusalem dalam waktu 200 tahun. Pada 1244, bagaimanapun, tentara salib akhirnya kehilangan kendali atas kota dan sekali lagi jatuh di bawah pemerintahan Muslim.
Utsmaniyah dan Inggris
Setelah penaklukan Mesir dan Arab oleh orang Utsmani, Yerusalem menjadi pusat pemerintahan Ottoman pada tahun 1535. Pada dekade pertama pemerintahan Ottoman, kota ini melihat sebuah kebangkitan yang jelas. Dengan kemenangan Inggris atas pasukan Ottoman pada tahun 1917, Palestina jatuh di bawah pemerintahan Inggris. Yerusalem berpindah ke Inggris tanpa perlawanan.
Kota yang terbagi
Setelah Perang Dunia II, Inggris menyerahkan Mandat Palestina yang dipegang mereka. PBB memilih sebuah divisi di negara tersebut untuk membentuk sebuah rumah bagi orang-orang yang selamat dari Holocaust. Beberapa negara Arab kemudian berperang melawan Israel dan menaklukkan Yerusalem. Sampai tahun 1967, kota ini terbagi menjadi Israel barat dan Yordania timur.
Yerusalem Timur kembali ke Israel
Pada tahun 1967, Israel melancarkan Perang Enam Hari melawan Mesir, Yordania dan Suriah. Israel menguasai Sinai, Jalur Gaza, Tepi Barat, Dataran Tinggi Golan dan Yerusalem Timur. Pasukan payung Israel mendapatkan akses ke Kota Tua dan berdiri di Tembok Ratapan untuk pertama kalinya sejak 1949. Yerusalem Timur tidak secara resmi dianeksasi, namun terintegrasi ke dalam pemerintahan.
Berziarah ke Israel
Israel tidak menutup akses uat Muslim ke tempat-tempat suci. Bukit Bait Suci berada di bawah pemerintahan Muslim otonom. Orang-orang Muslim bisa masuk, mengunjungi Dome of the Rock dan masjid Al-Aqsa yang berdekatan dan berdoa di sana.
Status belum terselesaikan
Yerusalem sampai sekarang menjadi penghalang bagi perdamaian antara Israel dan Palestina. Pada tahun 1980, Israel mengumumkan seluruh kota itu "ibukota abadi dan tak terpisahkan". Setelah Yordania menyerahkan klaimnya kepada Tepi Barat dan Yerusalem Timur pada tahun 1988, negara bagian Palestina diproklamirkan. Palestina juga menyatakan secara teori, Yerusalem sebagai ibukotanya.
Komentar
Posting Komentar