Bahaya Berhala Kpop

Sudah berapa episode drama Korea yang kamu tonton nih? Atau jangan-jangan selama ini kamu marathon nonton semua drakor. Atau kamu suka film-film Hollywood dengan actor seperti Chris Hemsworth atau Chris Evans. 

Nah, hati-hati ya, jangan sampai kamu mengidolakan seseorang secara berlebihan. 

Tahukah kamu bahwa mengidolakan seseorang, seperti artis atau selebriti berdampak pada kondisi mental seseorang. Pada porsi normal, mengidolakan seseorang dapat menambah percaya diri dan membuat orang itu merasa lebih baik tentang dirinya sendiri. 

Sebagai contoh, saat seseorang mengidolakan artis Korea, ia sebenarnya sedang menempatkan dirinya pada posisi artis tersebut. Ketika ia mengikuti gaya pakaianya, gaya rambutnya, mengikuti gerakan tarian dan juga hafal lagu-lagunya, yang mereka bayangkan adalah dirinya sebagai artis tersebut. 

Menurut Medicaldaily.com, mengidolakan seseorang bisa dilakukan oleh setiap usia, mulai dari anak-anak, remaja, bahkan hingga orangtua. Pada taraf kekaguman saja, hal tersebut masih terbilang sehat. Namun ada tahapan dimana kekaguman pada idola bisa berubah menjadi sakit mental, sebuah penyakit yang dalam dunia psikologi dikenal sebagai "Celebrity Worship Syndrome."

Celebrity Worship Syndrome ini bisa berdampak hingga seseorang mengalami kegelisahan, depresi, stres, gambar diri yang buruk, isolasi, dan juga perilaku obsesif-kompulsif. 

Sosok yang diidolakan bisa  siapa saja, mulai dari penyanyi, aktor film, tokoh politik, dan bahkan selebriti rohani seperti pendeta atau pemimpin pujian di sebuah gereja. 

Pandangan Alkitab tentang mengidolakan seseorang

Jika hanya sampai kekaguman saja, tentu saja semua orang pasti pernah mengalaminya. Namun saat mengagumi seseorang, kita perlu mengajukan beberapa pertanyaan penting seperti : 

- Apakah nilai-nilai yang dia wakili, baik secara pribadi ataupun karya-karyanya?

- Apa dampaknya terhadap hidupmu ketika kamu mengidolakan dia?

- Seberapa besar waktumu dan sumber dayamu (uang, waktu, dll) yang kamu pakai untuk idolamu itu?

Cobalah jawab dengan jujur pertanyaan di atas, lalu bandingkan dengan waktu, perhatian dan sumber daya yang kamu dedikasikan untuk Tuhan. 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pandangan Ke Kristenan Terhadap Berhala Kpop

Dosa Pikiran